Pengalamanku ke
Jogja Bersama HEC 2
Aku pergi ke Jogja tanggal 7 November
2017 lalu. Tepatnya hari Selasa. Sebelumnya, Aku pernah ke Jogja sama sekolahku
dahulu, SMP Muhammadiyah 1 Jombang. Kali ini saya ke Jogja bersama kursusku,
Happy English Course 2. Namun, kali ini berbeda. Aku ke Jogja bersama HEC 2 itu
cuma pergi ke Candi Borobudur saja. Tidak ke tempat wisata lainnya di
Yogyakarta. Sebab, ini merupakan ujian Bahasa Inggris. Bukan liburan biasa.
Waktu itu, Aku mempersiapkan segala
sesuatu dengan terburu-buru. Makanya, handukku tertinggal di campku. Aku lupa membawanya. Tadi pagi,
Aku ikut briefing. Dalam briefing tersebut para peserta tidak
boleh bertanya soal agama, status, pekerjaan, dan lain-lain kepada turis asing.
Karena itu privasi. Briefing pun
selesai. Kami kembali ke kelas. Pelajaran sudah selesai. Kami pulang.
Pas Aku mempersiapkan barang-barangku
untuk ke Jogja nanti, Aku tidak ikut kursus bahasa Inggris. Sebab, Aku minta
izin ke Mr. John bahwa Aku tidak ikut kursus Bahasa Inggris. Aku harus
mempersiapkan barang-barangku untuk pergi ke Jogja. Akhirnya, Mr. John
mengizinkanku. Pas habis pulang dari kursus, Aku tidak tidur siang. Tetapi Aku
mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke Jogja.
Namun, Aku lupa menyiapkan handuknya.
Biarkanlah Aku lupa menyiapkannya. Yang penting di masa depan tidak akan
terjadi seperti itu. Aku mandi sore. Waktu Magrib sudah tiba, Aku salat Magrib.
Sesudah salat Magrib, Aku pakai pakaian. Aku siap-siap ke Yogyakarta. Aku juga
membawa barang-barangku sekalian. Barang-barang yang Aku bawa adalah peralatan
mandi, pakaian ganti, peralatan tulis, masker, tolak angin, dan jajan.
Sebelum bus datang, Aku makan malam di
Warung Mama Figas. Waktu Isya pun tiba. Aku salat Isya. Seusai salat Isya, ada
briefing lagi. Di waktu briefing, Mam
Erna menjelaskan kembali hal-hal yang dilarang selama berlibur ke Jogja.
Larangan tersebut adalah tidak boleh bertanya soal agama, status, pekerjaan,
dan lain-lain kepada turis asing. Karena itu bersifat privasi. Briefing pun selesai. Aku dan
teman-temanku berbaris untuk mendengarkan informasi dan membaca doa. Bus pun
datang. Aku dan teman-temanku masuk ke dalam bus dengan tertib.
Ketika Aku masuk ke dalam bus, ada
barangku yang tertinggal di camp, yaitu handukku. Walaupun terlanjur tertinggal,
ya di masa yang akan datang tidak akan terjadi seperti itu lagi. Tetapi
barang-barangku yang lain tidak ketinggalan. Semua sudah masuk. Tinggal duduk
diam sambil mendengarkan music dan melihat alam sekitar. Aku melihat hutan
Caruban yang asri. Di hutan itu ada danaunya. Serta terdapat pasar yang berada
di pinggir hutan Caruban. Ketika Aku berada di
Ngawi, Aku melihat ada candi kecil. Candi kecil itu candi pembatas
daerah Jawa Timur-Jawa Tengah.
Hari sudah tengah malam. Sekarang Aku
berada di Sragen. Aku melihat Rumah Makan Nurul Huda. Rumah makan itu buka 24
jam. Di waktu subuh, kami sampai di Magelang. Tepatnya, di Penginapan Lumayan.
Aku salat Subuh dan mandi. Setelah itu, Aku sarapan. Sarapan sudah selesai,
sekarang waktunya berangkat. Di sekitar Penginapan dan RM Lumayan, ada pasar
tradisional. Pasar ini ramai sekali. Bahkan pas subuh tadi sudah ramai. Kami
berangkat ke Candi Borobudur.
Akhirnya kami sampai di Candi Borobudur.
Aku sudah pernah ke sana. Tepatnya pas habis UN SMP. Waktu itu Aku ke Candi
Borobudur bareng sekolahku, SMP Muhammadiyah 1 Jombang. Kali ini beda lagi, Aku
pergi ke Candi Borobudur untuk mengikuti ujian bahasa Inggris. Bukan liburan
biasa. Aku melihat taman di sekitar Candi Borobudur. Tamannya indah sekali.
Sebelum dimulai, Mr. Imron memberi informasi tentang tata cara berbicara dengan
turis asing. Tata caranya sama seperti yang disampaikan waktu briefing dahulu, yaitu para peserta
tidak boleh bertanya soal agama, status, pekerjaan, dan lain-lain kepada turis
asing. Karena itu bersifat privasi. Kelompoknya dibagi-bagi. Sesudah Mr. Imron
memberi informasi dan kelompoknya sudah dibagi-bagi, ujian bahasa Inggris pun
dimulai.
Aku, Eka, Ade, dan Diki bercakap-cakap
dengan turis asing. Setelah bercakap-cakap dengan turis asing, Aku berfoto
bareng teman-temanku dan turis asing. Selain itu, Aku juga memotret Candi
Borobudur, relief, dan pemandangan alam Kabupaten Magelang. Pemandangan alam
Kabupaten Magelang yang indah sangat cocok untuk mencuci mata. Udaranya sejuk
sekali. Ketika Aku berada di Candi Borobudur, Aku bermain bersama
teman-temanku. Kegiatan ujian bahasa Inggris sudah selesai. Akhirnya kami
pulang.
Kami singgah di Adventure Orang Utan
Resto. Aku pernah makan di tempat ini. Tepatnya pas Saya liburan ke Yogyakarta
sama SMP Muhammadiyah 1 Jombang pasca UN. Di Adventure Orang Utan Resto, Saya
mandi dan makan siang. Di sini ada stan yang menjual oleh-oleh khas Jogja. Di
Adventure Orang Utan Resto, ada juga tempat bermainnya. Tempat ini cocok untuk
pertemuan, seminar, makan prasmanan, dll. Mandi dan makan siang pun sudah
selesai. Kini, Aku akan pulang. Aku melihat pemandangan sawah dan gunung.
Pemandangannya indah sekali. Cocok untuk menghilangkan rasa penat habis
sekolah, kuliah, atau kerja.
Aku dan teman-temanku pergi ke Bakpia
Pathok 25. Di sana Aku membeli geplak dan bakpia pathok. Sesudah membeli bakpia
pathok dan geplak, Aku pulang bersama teman-temanku. Ujian bahasa Inggrisnya
cuma ke Candi Borobudur saja. Nggak ke tempat lain. Sebab, ini bukan liburan
biasa. Makanya kami pulang cepat. Kalau kami pergi ke tempat lainnya di Jogja,
kami pulangnya Subuh. Karena kami besok belajar, jadi pulangnya harus cepat.
Aku melihat jalan Yogyakarta-Solo yang naik turun. Ketika Aku berada di Solo,
Aku melihat ada taman, pusat perbelanjaan, ATM Bank Korea.
Hari sudah malam, Aku dan teman-temanku
makan malam di RM Nurul Huda. Di Rumah Makan Nurul Huda, masjid di sini cukup
luas. Tempat wudu dan restorannya cukup unik. Yaitu bergambar pemandangan alam
dan kendaraan bermotor. Selain itu ada tulisan yang unik dan lucu. Aku juga
salat Isya di masjid RM Nurul Huda. Di tempat ini, tersedia bakso, es krim, dan
oleh-oleh yang dijual di sini. Makan malam dan salat Isya pun sudah selesai.
Kami pulang ke Pare.
Di Ngawi, Aku melihat hutan jati. Hutan
jati di sini asri sekali. Jalan di sini gelap. Jalan di sini juga lancar dan
berliku-liku. Jadi, jalur ini sering disebut sebagi jalur tengkorak. Karena,
jalur ini sering terjadi kecelakaan. Ketika Aku berada di Mantingan, Aku
melihat ada Pondok Pesantren Gontor khusus putri di Ngawi. Sekarang, Aku berada
di Madiun. Ketika Aku berada di Hutan Caruban, hutan itu masih lestari. Danau
di sekitar Hutan Caruban pun jernih airnya. Airnya tidak habis-habis ketika
musim kemarau. Di pasar Hutan Caruban ini, ada toko-toko yang menjual burung,
monyet, makanan burung, dll. Di sini juga ada warungnya. Cocok buat mampir
makan di sini. Akhirnya kami sampai di Pare. Kami pulang dengan bahagia.































