Rabu, 08 April 2020

Liburanku ke Pantai Pandawa


Liburanku ke Pantai Pandawa



Sesudah berlibur ke Pulau Penyu, Aku berlibur ke Pantai Pandawa. Pantai Pandawa pernah Aku lihat di TV. Pantai itu adalah pantai yang telah dibuka beberapa tahun yang lalu. Pantai itu indah sekali. Pantai itu berada di tebing bukit. Karena dinamakan Pantai Pandawa karena di pantai ini terdapat 5 patung Pandawa di pantai ini.

Aku belum pernah berkunjung ke Pantai Pandawa secara langsung. Aku hanya melihat Pantai Pandawa dari TV. Ketika Aku berkunjung ke Pantai Pandawa, Aku membayangkan betapa indahnya pantai ini. Jalan menuju pantai ini naik turun. Maklum, pantai ini berada di tebing bukit. Sesampainya di Pantai Pandawa, Aku makan siang dulu. Sesudah makan siang, Aku ganti baju. Akhirnya Aku bermain di Pantai Pandawa.

Aku lihat pemandangan indah Pantai Pandawa. Pasir putih yang terhampar di sepanjang Pantai Pandawa. Semilir angin yang berembus kencang. Payung-payung dan kursi-kursi yang berjejeran satu sama lain. Tebing-tebing yang berdiri di dekat Pantai Pandawa. Pemandangan Pantai Pandawa yang indah cocok untuk mencuci mata, terutama bagi mereka yang penat beraktivitas di kota. Indahnya Pantai Pandawa dapat menyihir siapa saja yang ingin berkunjung ke sana.

Aku berenang di pinggir pantai. Rasanya senang sekali berenang di pantai. Bisa menghilangkan rasa lelah ketika belajar di Pare. Apalagi berenang melawan ombak itu menyenangkan. Bisa untuk membakar emosi. Namun, Dedi memeringatkan Aku untuk berenang di pinggir pantai saja, bukan di tengah ombak. Namun Aku membantah dengan halus bahwa Aku masih bisa menyelamatkan diri. Ketika Aku bermain dan berenang di tengah ombak, Aku masih bisa menyelamatkan diri. Untung Aku tidak terseret ombak.

Setelah puas bermain dan berenang di Pantai, Aku mandi. Setelah mandi, Aku masuk bus lagi. Ketika Toni menasehati Saya agar tidak bermain dan berenang di tengah ombak, Aku bersikeras bahwa Aku masih bisa menyelamatkan diri. Namun, Aku sendiri melihat Fahmi TJ dan lainnya juga bermain dan berenang di tengah ombak. Tetapi Toni mengatakan bahwa mereka itu mencari maut. Akhirnya Aku menyadari bahwa bermain dan berenang di tengah ombak itu berbahaya. Aku meminta maaf ke Toni.

Ketika kami pulang dari Pantai Pandawa, Aku melihat ada patung lima Pandawa yang berjejeran di sana. Aku melihat ada hotel-hotel yang berdiri di sekitar Pantai Pandawa. Aku melihat ada pura dan patung dewa Hindu. Tadi Aku melihat ada sapi bali yang dipelihara di padang rumput. Perjalanan kami tertuju pada Puja Mandala. Di Puja Mandala, terdapat masjid, gereja, pura, kuil, dan klenteng. Tempat-tempat ibadah tersebut berdiri berjejeran satu sama lain. Mereka berdiri beriringan.

Puja Mandala menjadi salah satu bukti keberagaman dan toleransi antarumat beragama. Makanya, umat yang berbeda agama dapat melakukan ritual ibadah secara berdampingan dan beriringan tanpa terganggu satu sama lain. Mereka beribadah dengan khusyuk. Aku melihat ada kuil Buddha yang bernuansa Thailand. Di depannya ada patung gajah putih. Serasa berada di Thailand, padahal ini di Indonesia. Karena serasa berada di Thailand sebab bangunan kuil Buddha ini berarsitektur Thailand. Mirip seperti kuil Buddha yang ada di Thailand.

Di sini ada gereja Kristen Protestan dan Katolik. Kedua gereja ini berarsitektur khas Bali. Aku lihat pintu masuk kedua gereja bernuansa Bali. Sementara, loncengnya bernuansa khas Bali. Di tengah berdirinya masjid, gereja, kuil, dan klenteng; berdiri pula pura. Pura selalu menjadi ciri khas Pulau Bali. Ya wajarlah kalau Bali disebut sebagai Pulau Seribu Pura. Ada masjid di Pulau Bali. Tetapi tidak seberapa jumlahnya. Sebab, di sini mayoritas Hindu. Jadi, kemanapun kita pergi, kita jarang mendengar suara azan di Pulau Bali. Karena jumlah masjid di pulau ini tidak terlalu banyak. Yang paling banyak itu puranya.

Aku salat qasar di Masjid Al-Ikhlas Puja Mandala. Sesudah salat qasar, Aku berfoto bareng Syahrian. Ketika Aku berada di Masjid Al-Ikhlas, bagian dalam dan luarnya bagus sekali. Di atasnya bergambar langit. Masjid ini berlantai dua. Lengkap dengan taman yang indah. Aku berfoto bareng Syahrian di depan kuil Buddha. Berfoto pun sudah selesai. Sekarang Aku pulang. Kini, perjalanan kami berlanjut ke Pantai Kuta dan Pusat Oleh-oleh Krisna.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalamanku ke Jogja Bersama HEC 2

Pengalamanku ke Jogja Bersama HEC 2 Aku pergi ke Jogja tanggal 7 November 2017 lalu. Tepatnya hari Selasa. Sebelumnya, Aku pernah...