Liburanku ke Pantai Pandawa
Sesudah berlibur ke Pulau Penyu, Aku berlibur
ke Pantai Pandawa. Pantai Pandawa pernah Aku lihat di TV. Pantai itu adalah
pantai yang telah dibuka beberapa tahun yang lalu. Pantai itu indah sekali.
Pantai itu berada di tebing bukit. Karena dinamakan Pantai Pandawa karena di
pantai ini terdapat 5 patung Pandawa di pantai ini.
Aku belum pernah berkunjung ke Pantai Pandawa
secara langsung. Aku hanya melihat Pantai Pandawa dari TV. Ketika Aku
berkunjung ke Pantai Pandawa, Aku membayangkan betapa indahnya pantai ini.
Jalan menuju pantai ini naik turun. Maklum, pantai ini berada di tebing bukit.
Sesampainya di Pantai Pandawa, Aku makan siang dulu. Sesudah makan siang, Aku
ganti baju. Akhirnya Aku bermain di Pantai Pandawa.
Aku lihat pemandangan indah Pantai Pandawa.
Pasir putih yang terhampar di sepanjang Pantai Pandawa. Semilir angin yang
berembus kencang. Payung-payung dan kursi-kursi yang berjejeran satu sama lain.
Tebing-tebing yang berdiri di dekat Pantai Pandawa. Pemandangan Pantai Pandawa
yang indah cocok untuk mencuci mata, terutama bagi mereka yang penat
beraktivitas di kota. Indahnya Pantai Pandawa dapat menyihir siapa saja yang
ingin berkunjung ke sana.
Aku berenang di pinggir pantai. Rasanya senang
sekali berenang di pantai. Bisa menghilangkan rasa lelah ketika belajar di
Pare. Apalagi berenang melawan ombak itu menyenangkan. Bisa untuk membakar
emosi. Namun, Dedi memeringatkan Aku untuk berenang di pinggir pantai saja,
bukan di tengah ombak. Namun Aku membantah dengan halus bahwa Aku masih bisa
menyelamatkan diri. Ketika Aku bermain dan berenang di tengah ombak, Aku masih
bisa menyelamatkan diri. Untung Aku tidak terseret ombak.
Setelah puas bermain dan berenang di Pantai,
Aku mandi. Setelah mandi, Aku masuk bus lagi. Ketika Toni menasehati Saya agar
tidak bermain dan berenang di tengah ombak, Aku bersikeras bahwa Aku masih bisa
menyelamatkan diri. Namun, Aku sendiri melihat Fahmi TJ dan lainnya juga
bermain dan berenang di tengah ombak. Tetapi Toni mengatakan bahwa mereka itu
mencari maut. Akhirnya Aku menyadari bahwa bermain dan berenang di tengah ombak
itu berbahaya. Aku meminta maaf ke Toni.
Ketika kami pulang dari Pantai Pandawa, Aku
melihat ada patung lima Pandawa yang berjejeran di sana. Aku melihat ada
hotel-hotel yang berdiri di sekitar Pantai Pandawa. Aku melihat ada pura dan
patung dewa Hindu. Tadi Aku melihat ada sapi bali yang dipelihara di padang
rumput. Perjalanan kami tertuju pada Puja Mandala. Di Puja Mandala, terdapat
masjid, gereja, pura, kuil, dan klenteng. Tempat-tempat ibadah tersebut berdiri
berjejeran satu sama lain. Mereka berdiri beriringan.
Puja Mandala menjadi salah satu bukti
keberagaman dan toleransi antarumat beragama. Makanya, umat yang berbeda agama
dapat melakukan ritual ibadah secara berdampingan dan beriringan tanpa
terganggu satu sama lain. Mereka beribadah dengan khusyuk. Aku melihat ada kuil
Buddha yang bernuansa Thailand. Di depannya ada patung gajah putih. Serasa
berada di Thailand, padahal ini di Indonesia. Karena serasa berada di Thailand
sebab bangunan kuil Buddha ini berarsitektur Thailand. Mirip seperti kuil
Buddha yang ada di Thailand.
Di sini ada gereja Kristen Protestan dan
Katolik. Kedua gereja ini berarsitektur khas Bali. Aku lihat pintu masuk kedua
gereja bernuansa Bali. Sementara, loncengnya bernuansa khas Bali. Di tengah
berdirinya masjid, gereja, kuil, dan klenteng; berdiri pula pura. Pura selalu
menjadi ciri khas Pulau Bali. Ya wajarlah kalau Bali disebut sebagai Pulau
Seribu Pura. Ada masjid di Pulau Bali. Tetapi tidak seberapa jumlahnya. Sebab,
di sini mayoritas Hindu. Jadi, kemanapun kita pergi, kita jarang mendengar
suara azan di Pulau Bali. Karena jumlah masjid di pulau ini tidak terlalu
banyak. Yang paling banyak itu puranya.
Aku salat qasar di Masjid Al-Ikhlas Puja Mandala.
Sesudah salat qasar, Aku berfoto bareng Syahrian. Ketika Aku berada di Masjid
Al-Ikhlas, bagian dalam dan luarnya bagus sekali. Di atasnya bergambar langit.
Masjid ini berlantai dua. Lengkap dengan taman yang indah. Aku berfoto bareng
Syahrian di depan kuil Buddha. Berfoto pun sudah selesai. Sekarang Aku pulang.
Kini, perjalanan kami berlanjut ke Pantai Kuta dan Pusat Oleh-oleh Krisna.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar