Jumat, 17 April 2020

Perjalananku ke Pantai Kuta


Perjalananku ke Pantai Kuta


Kali ini, Saya pergi ke Pantai Kuta dan Pusat Oleh-oleh Krisna. Tetapi, Saya pergi ke Pantai Kuta. Di waktu perjalanan, sempat terjadi kemacetan. Jadi, kami harus menunggu waktu yang lama. Di sana sini banyak terparkir kendaraan di area Pantai Kuta. Akhirnya, kami sampai di Pantai Kuta. Pantai Kuta cocok untuk menikmati matahari terbit. Pantai ini juga cocok untuk dikunjungi oleh siapa saja, terutama bagi mereka yang ingin berlibur ke Bali.
Di sepanjang Pantai Kuta terdapat pohon pinus dan kelapa yang tumbuh di sepanjang Pantai Kuta. Namun sayang, pantai ini penuh sampah. Jadi pantai ini terkesan kotor dan keindahan berkurang. Banyak sampah plastic, batang kayu, dan ranting kayu berserakan di sini. Jadinya, kurang sedap dipandang mata. Padahal pantai ini selalu menjadi tempat favorit bagi para pelancong yang ingin berlibur ke Bali.
Ketika Aku berada di Pantai Kuta, Aku bertemu Mas Agung. Kebetulan Mas Agung kerja di Bali. Aku juga berfoto bersama para bule dan teman-temanku. Kami pergi ke Pantai Kuta untuk menikmati matahari terbit di sana. Ketika Aku di Pantai Kuta, Aku membeli batagor bali. Ternyata batagor bali yang dijual di sana itu halal. Tadi temanku juga ada yang beli. Setelah berlibur ke Pantai Kuta, Kami memutuskan untuk pulang.
Akhirnya Kami pulang dari Pantai Kuta. Hari sudah magrib. Kami ingin salat magrib. Tetapi sayangnya tidak ada masjid di sini. Sebab, di sini mayoritas Hindu. Jadi yang paling banyak di sini adalah pura daripada masjid. Akhirnya, kami pergi ke Pusat Oleh-oleh Krisna. Di sana, Aku membeli pie susu, manisan, dan kaus khas Bali. Ketika Aku berada di Krisna Bali, Aku salat jama’ qashar dan makan malam. Membeli oleh-oleh dari Krisna Bali pun sudah selesai. Akhirnya, kami pulang.
Kami berada di Pelabuhan Penyebrangan Gilimanuk. Hari ini tengah malam. Saya kira hari sudah subuh. Tetapi hari ini masih tengah malam. Akhirnya, kami sampai di Pelabuhan Penyebrangan Ketapang. Kami singgah di Hotel Utama Raya (UR). Tepatnya waktu menjelang subuh. Azan subuh pun terdengar. Aku salat subuh. Sesudah salat subuh, Aku mandi. Di Hotel Utama Raya, Aku melihat ada oleh-oleh khas Situbondo yang dijual di sini. Aku sarapan. Sehabis itu, Aku berfoto bareng Rian. Ketika semuanya sudah selesai, akhirnya kami pulang.
Ketika kami pulang ke Pare, Kediri; kami tidak pulang ke Pare lewat Mojokerto, malah pulangnya lewat Malang. Waktu Aku berada di Kejayan, Aku melihat ada pabrik-pabrik yang berdiri berjejeran di sini. Memang, Kejayan itu kawasan industri. Pas Aku sampai di SPBU Purwodadi, Aku ke kamar mandi. Di kamar mandi itu ternyata airnya dingin! Karena di sini tempatnya berdekatan dengan Gunung Arjuna, Gunung Welirang, dan Pegunungan Tengger. Di daerah tersebut banyak berdiri pabrik air minum. Karena ya disebutkan di atas tadi, tempatnya berdekatan dengan Gunung Arjuna, Gunung Welirang, dan Pegunungan Tengger.
Sesudah isi bensin di SPBU, kami langsung pulang. Aku melihat Kebun Raya Purwodadi dan tempat wisata pendakian gunung bromo. Jalan ini naik turun. Karena berada di daerah pegunungan. Kami berada di Kota Wisata Batu. Aku melihat ada kebun sayur di sana. Kami memutuskan untuk salat Jumat di Masjid An-Nur Kota Wisata Batu. Sesudah salat Jumat, kami pulang ke Pare. Waduh, hujan turun di Malang. Namun untung tidak terjadi tanah longsor. Akhirnya sampailah di Pare. Kami pulang dalam keadaan bahagia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalamanku ke Jogja Bersama HEC 2

Pengalamanku ke Jogja Bersama HEC 2 Aku pergi ke Jogja tanggal 7 November 2017 lalu. Tepatnya hari Selasa. Sebelumnya, Aku pernah...