Perjalananku ke Pantai Kuta
Kali
ini, Saya pergi ke Pantai Kuta dan Pusat Oleh-oleh Krisna. Tetapi, Saya pergi
ke Pantai Kuta. Di waktu perjalanan, sempat terjadi kemacetan. Jadi, kami harus
menunggu waktu yang lama. Di sana sini banyak terparkir kendaraan di area
Pantai Kuta. Akhirnya, kami sampai di Pantai Kuta. Pantai Kuta cocok untuk
menikmati matahari terbit. Pantai ini juga cocok untuk dikunjungi oleh siapa
saja, terutama bagi mereka yang ingin berlibur ke Bali.
Di sepanjang Pantai Kuta terdapat pohon pinus
dan kelapa yang tumbuh di sepanjang Pantai Kuta. Namun sayang, pantai ini penuh
sampah. Jadi pantai ini terkesan kotor dan keindahan berkurang. Banyak sampah
plastic, batang kayu, dan ranting kayu berserakan di sini. Jadinya, kurang
sedap dipandang mata. Padahal pantai ini selalu menjadi tempat favorit bagi
para pelancong yang ingin berlibur ke Bali.
Ketika Aku berada di Pantai Kuta, Aku bertemu
Mas Agung. Kebetulan Mas Agung kerja di Bali. Aku juga berfoto bersama para
bule dan teman-temanku. Kami pergi ke Pantai Kuta untuk menikmati matahari
terbit di sana. Ketika Aku di Pantai Kuta, Aku membeli batagor bali. Ternyata
batagor bali yang dijual di sana itu halal. Tadi temanku juga ada yang beli.
Setelah berlibur ke Pantai Kuta, Kami memutuskan untuk pulang.
Akhirnya Kami pulang dari Pantai Kuta. Hari
sudah magrib. Kami ingin salat magrib. Tetapi sayangnya tidak ada masjid di
sini. Sebab, di sini mayoritas Hindu. Jadi yang paling banyak di sini adalah
pura daripada masjid. Akhirnya, kami pergi ke Pusat Oleh-oleh Krisna. Di sana,
Aku membeli pie susu, manisan, dan kaus khas Bali. Ketika Aku berada di Krisna
Bali, Aku salat jama’ qashar dan makan malam. Membeli oleh-oleh dari Krisna
Bali pun sudah selesai. Akhirnya, kami pulang.
Kami berada di Pelabuhan Penyebrangan
Gilimanuk. Hari ini tengah malam. Saya kira hari sudah subuh. Tetapi hari ini
masih tengah malam. Akhirnya, kami sampai di Pelabuhan Penyebrangan Ketapang.
Kami singgah di Hotel Utama Raya (UR). Tepatnya waktu menjelang subuh. Azan
subuh pun terdengar. Aku salat subuh. Sesudah salat subuh, Aku mandi. Di Hotel
Utama Raya, Aku melihat ada oleh-oleh khas Situbondo yang dijual di sini. Aku
sarapan. Sehabis itu, Aku berfoto bareng Rian. Ketika semuanya sudah selesai,
akhirnya kami pulang.
Ketika kami pulang ke Pare, Kediri; kami tidak
pulang ke Pare lewat Mojokerto, malah pulangnya lewat Malang. Waktu Aku berada
di Kejayan, Aku melihat ada pabrik-pabrik yang berdiri berjejeran di sini.
Memang, Kejayan itu kawasan industri. Pas Aku sampai di SPBU Purwodadi, Aku ke
kamar mandi. Di kamar mandi itu ternyata airnya dingin! Karena di sini tempatnya
berdekatan dengan Gunung Arjuna, Gunung Welirang, dan Pegunungan Tengger. Di
daerah tersebut banyak berdiri pabrik air minum. Karena ya disebutkan di atas
tadi, tempatnya berdekatan dengan Gunung Arjuna, Gunung Welirang, dan
Pegunungan Tengger.
Sesudah isi bensin di SPBU, kami langsung
pulang. Aku melihat Kebun Raya Purwodadi dan tempat
wisata pendakian gunung
bromo. Jalan ini naik turun.
Karena berada di daerah pegunungan. Kami berada di Kota Wisata Batu. Aku
melihat ada kebun sayur di sana. Kami memutuskan untuk salat Jumat di Masjid
An-Nur Kota Wisata Batu. Sesudah salat Jumat, kami pulang ke Pare. Waduh, hujan
turun di Malang. Namun untung tidak terjadi tanah longsor. Akhirnya sampailah
di Pare. Kami pulang dalam keadaan bahagia.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar